Layanan Taman Baca

Perpustakaan menyediakan taman baca beserta koleksinya yang nyaman diluar ruangan .Taman baca Perpustakaan SMA Negeri 1 Jepara nyaman bagi siswa dan guru membaca buku di luar ruangan.

Ruang Baca

Perpustakaan SMA Negeri 1 Jepara Menyediakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang dapat menunjang proses pembelajaran dan pendidikan di sekolah..

Layanan Internet

Layanan internet gratis bagi pengguna perpustakaan.terbuka kesempatan bagi pengguna perpustakaan untuk mencari informasi yang berasal dari database-database yang berada di dalam dan luar negeri

Layanan Sepeda Pintar

Layanan Sepeda Pintar adalah media untuk mendistribusian koleksi yang dipesan pemustaka yang letaknya jauh dari perpustakaan. Layanan Unggulan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Jepara.

Perpustakaan yang Aman dan Lengkap

Perpustakaan sekolah berfungsi untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan sumber informasi. Perpustakaan SMA 1 Jepara kondusif dan lengkap memenuhi kebutuhan informasi siswa

Layanan Pustakawan yang Ramah

Pustakawan SMA 1 Jepara ramah dan menyenangkan. Siswa sangat nyaman berkomunikasi dan meminta bantuan penelusuran informasi

Jumat, 29 September 2017

Kisah Anisya Di Perpustakaan

Di suatu siang hari yang cerah pada jam istirahat kedua, Rama berdiam diri di kelas, tidak pergi ke kantin bersama teman-temannya, begitu juga dengan 6 temannya yang lain.
 Di bangku pojok kelas ada Anisya yang terlihat sedang asik membaca sebuah novel, tertawa cekikikan ketika membacanya. Rama pun sedikit terganggu dengan tawa Anisya, Rama mencoba untuk menegur Anisya,
“Nis, kamu sedang membaca apa, sih? Sampai tertawa sendiri seperti orang gila, hahaha!” tegur Rama.
“ini nih, cerita novelnya lucu banget, tau! Sepertinya kamu harus membacanya, deh! Biar hidupmu tidak melulu marah-marah. Hahaha.”
Dengan penuh rasa heran dan penasaran, Rama menghampiri Anisya dan dengan sigap tanpa permisi dahulu dia merebut novel yang sedang dipegang Anisya.
“Hih! Apa sih, Ram! Main rebut-rebut aja lu,”
“Sudahlah, mana coba kubaca sedikit.”
Dengan cepat, Rama membaca tuntas 1 halaman pada novel itu. Bak orang ketagihan, ia tidak berhenti membaca, Rama lanjut ke halaman kedua. Hingga Anisya merebut kembali novel nya
“Yah, lagi serunya nih, kok kamu ambil lagi sih?!” ujar Rama.
“Kamu, sih! Orang sedang asik baca kok direbut,” gerutu Anisya
“Ya sudah, aku lanjut dengerin lagu saja, ah.” Jawab Rama.
Beberapa saat kemudian, Anisya pergi ke kamar mandi untuk kencing, sedangkan novel yang tadi ia baca ia tinggalkan begitu saja di atas meja. Rama yang mulai tertarik dengan novel tersebut langsung mengambil novel itu dan kemudian ia sembunyikan di laci meja nya.
Bel tanda masuk kelas berbunyi, dibarengi dengan kembalinya Anisya kedalam kelas dengan tergesa-gesa karena ia melihat guru mapel selanjutnya telah berjalan menuju kelasnya. Saking terburu-burunya dia, sampai-sampai dia tidak sadar bahwa novel yang tadi ia letakkan di atas meja telah hilang diambil Rama.
Hari itu, di rumah, Rama membaca novel itu dengan semangat dan penuh tawa. Namun Rama tidak dapat membaca habis novel tersebut selama satu hari saja. Di lain sisi, Anisya baru tersadar bahwa novelnya telah hilang pada malam harinya. Anisya menyadari ketika ia sedang menata kembali tasnya di rumah ketika sedang ingin belajar. Anisya terus mencoba mengingat-ingat kembali apa yang menyebabkan novelnya hilang, namun ia tidak bisa mengingatnya.
Keesokan harinya Rama  membawa novel tersebut ke sekolah untuk dilanjutkan membacanya. Namun, Rama sadar, jika ia membaca novel tersebut di kelas, maka Anisya akan mengetahui bahwa Rama telah mengambil novel tersebut,. Maka, Rama pergi ke taman sekolah untuk membaca novel tersebut pada jam istirahat.
Pada hari itu, Anisya masih mencoba mencari-cari novel itu di kelas. Laci ke laci ia telusuri. Lemari kelaspun ia jelajahi. Namun novel itu tetap tak dapat ditemukan.
“di mana novelnya, ya? Bisa-bisa disuruh gantiin novelnya oleh perpustakaan nih kalau sampai pihak perpus tahu kalau novelnya hilang!” gumam Anisya.
Setelah empat hari novel dibawa oleh Rama, tanpa sengaja ia mengeluarkan novel itu di ruang kelas dan kebetulan Anisya sedang lewat.
“Lho, itu bukannya novel yang waktu itu aku baca, ya?” kata Anisya
“Apa? Novel ini? bukan, lah! Aku membeli nya di toko buku di Bekasi kemarin!” jawab Rama
“Ah! Masa’ sih? Mana coba aku lihat,”
“eeeh, gak usah, ngapain?”
“ya gak apa apa, mastiin aja! Mana!”
Setelah novel direbut Anisya, ia langsung mengetahui bahwa novel itu adalah novel yang ia pinjam di perpustakaan sekolah seminggu yang lalu.
“Kamu bohong ya! Ini tuh novel yang kupinjam dari perpus sekolah, nih buktinya ada barcode dari perpus sekolah!” seru Anisya sambil memperlihatkan barcode dari perpus di halaman paling akhir novel tersebut.
“Tahu gak, mencuri itu tidak baik?! Apalagi ini novel aku pinjam di perpus, bisa-bisa aku yang disuruh ganti novelnya kalau novel ini hilang!” ujar Anisya, ia sudah mulai terlihat marah.
“iya, deh, iya. Aku minta maaf ya, Nis,” ucap Rama.
“iya, aku maafin. Oh iya, kalau memang kamu suka sama novel ini, kamu bisa meminjamnya di perpus sekolah, di sana masih tersedia beberapa novel ini. Jadi, perpus tidak cuma menyediakan satu salin buku saja tiap judulnya, agar dapat dinikmati ratusan siswa di sekolah ini,” ujar Anisya.
“iya, aku akan meminjam di perpus nanti istirahat kedua, ah.” Kata Rama
“nah, gitu dong! Kalau gitu kan perpus terlihat ramai oleh pengunjung. Pesanku kepadamu, jangan mencuri lagi ya! Mencuri itu tidak baik! Selain mendapat dosa dari Tuhan, mencuri juga dapat membuat pencurinya malu saat ketahuan. Kamu malu, tidak?” ujar Anisya sembari tertawa terbahak-bahak.
Setelah kejadian itu, mereka berjabat tangan selagi Rama mengucapkan maaf kepada Anisya.
Rama pun rajin meminjam buku di perpustakaan beberapa hari kemudian, dan untuk seterusnya.

Sabtu, 16 September 2017

Sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah

Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa, SMA N 1 Jepara , pemerintah melalui kemdikbud meluncurkan sebuah gerakan yang disebut Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan ini bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembalajaran sepanjang hayat.

Seperti jelasnya Gerakan Literasi Sekolah ini, berikut saya kutip dari Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah. Mari kita baca sebagai bahan pembelajaran bagi para warga sekolah agar gerakan ini bisa berjalan dengan dukungan dari semua warga sekolah (guru, peserta didik, wali murid dan masyarakat).

Praktik pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran agar semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendukungnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Siswa Siswi mendengarkan Sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah


SMA N 1 Jepara mengadakan Sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di  dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.
Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Kamis, 14 September 2017

Tetap membaca Karena Ingin Pintar

Menganggap diri bodoh adalah satu resep paling manjur agar kita berantusias terhadap bacaan, apapun itu. Mau koran kek, tulisan jelek di blog kek, buku kek, majalah kek, bahkan status media sosial edukatif sekalipun. Saya rasa, tidak selayaknya kita merasa diri telah cukup pintar dan berpengetahuan luas, sementara di luar sana masih banyak sekali orang-orang di atas kita (dalam hal keilmuan dan pengetahuan).


Dengan membodohkan diri, maka pikiran kita akan terbuka terhadap semua sumber ilmu dan pengetahuan. Begitu juga sebaliknya. Dan selanjutnya, agaknya bisalah kita gunakan prinsip, “Aku bodoh, maka aku semakin rajin membaca.” Ayo ke perpustakaan

Kepo Informasi Di Perpustakaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Alay Indonesia (KBBAI), kepo memiliki arti rasa ingin tahu yang sangat besar (tapi bukan tahu ukuran jumbo loh ya!). Aktivis mbribik militan, pasti akan gencar membaca masa lalu bribikannya dengan rutin dan sukarela –melalui apalagi kalau bukan media sosialnya.

Kaum gagal move on, pasti juga akan dengan rajin -minimal lima waktu dalam sehari semalam- membaca status-status media sosial mantannya. Berhadap ada status yang mengandung kode kalau sang mantan ingin balikan dengannya. #Mulaingawur

Pada tingkatan yang lebih terhormat, rasa kepo ini akan menjadikan seseorang untuk gemar menggosip membaca. Orang yang kepo pada banyak hal, hampir dapat dipastikan akan mencari tahu tentang hal itu -harapannya sih dengan membaca. Mereka akan menjadi detektif-detektifan untuk memuaskan hasrat keponya yang menggebu-gebu itu.
Lantas, kita akan dengan lantang meneriakkan jargon anti-mainstream ini : Berani kepo di perpustakaan itu baik!”

Menggali minat baca , menggali pasion mu

Tak ada yang lebih menyenangkan dari aktivitas membaca selain membaca apa yang sangat menarik bagi diri kita. Orang yang tak berminat membaca cerita, jangan Anda suguhi novel best seller setebal lima ratus halaman karangan novelis terkenal seantero nusantara yang sudah menerima penghargaan berkali-kali, kecuali kalau Anda mau melihatnya melempar novel itu ke tong sampah yang sudah penuh sampah.


Untuk menumbuhkan minat baca, cara yang juga sangat baik adalah dengan mengenali minat terlebih dahulu. Kemudian, marilah kita membaca sesuai minat masing-masing. Itu akan jauh lebih membantu. Atau setidaknya, memberikan porsi yang cukup besar terhadap bacaan yang sesuai dengan passion kita.
Kalau memang sangat berminat terhadap fesyen, sebaiknya alokasikan  waktu Anda untuk banyak-banyak membaca tentang dunia fesyen. Kalau memang sangat berminat terhadap olahraga, sudah selayaknya kita lebih banyak membaca tentang dunia olahraga. Kalau memang sangat berminat tentang isu-isu politik, akan lebih baik kalau kita membaca banyak hal tentang politik pula.
Ya, membaca dengan cara seperti itu memang akan terkesan membuat pengetahuan kita sangat sempit karena hanya berfokus pada satu hal, tapi sebenarnya  sangat mendalam, dan itu sangat bagus. Tapi jangan khawatir, lama-kelamaan pasti akan bergeser juga kok ke hal-hal lain yang agak umum. Karena toh, suatu pengetahuan tak akan berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling berkait erat.

Sumber : http://www.kompasiana.com/darul18/agar-membaca-jadi-lebih-menyenangkan_572dd731d77e612609eab12f Diakses Pada 15 September 2017  . 5 : WIB

Ajak Teman Membaca Bersama

Biar semangat baca kamu semakin membara, carilah teman yang suka membaca. Mereka bisa banget bikin hobi mulia ini “nular” ke kamu, lho!




Nggak cuma asik diajak baca bareng, mereka juga pastinya asik buat diajak diskusi bareng. Interaksi inilah yang bakal bikin kamu semakin terpacu untuk membaca lebih banyak buku dan bahan bacaan lainnya. Serius, deh, nggak ada hal yang paling indah selain berbagi cerita dengan orang lain yang punya minat (baca) yang sama dengan kamu.

Selain itu, pastinya dia bakal siap membantu kamu agar senang membaca dengan senang hati. Selain bisa diajak ke perpustakaan atau toko buku bareng, kamu bisa minjem berbagai bahan bacaan dengan cuma-cuma. Hemat banyaaaak...

Sumber : https://www.youthmanual.com/post/life/how-to/gimana-sih-caranya-agar-membaca-menjadi-kegiatan-yang-menyenangkan diakses pada 15 Agustus 2017 , 5: 03 AM

Tips meningkatkan keinginan membaca

Di Indonesia, membaca belum menjadi kegiatan yang umum dilakukan oleh masyarakatnya. Dibandingkan dengan membaca, orang Indonesia lebih memilih untuk menonton televisi. Menurut survey yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, rata-rata anak Indonesia menghabiskan waktu sekitar 300 menit per hari untuk menonton televisi. Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan membaca masyarakat Indonesia yang masih sangat rendah.



Meskipun membaca sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi manusia, namun banyak orang yang masih lebih memilih televisi karena kegiatan menonton televisi terlihat lebih menyenangkan daripada membaca buku. Terlebih saat ini kehadiran internet dan sosial media yang membuat peringkat membaca buku semakin terpuruk. Diantara tiga kegiatan ini, membaca menjadi pilihan terakhir bagi kebanyakan orang.

Tenggelam dalam ratusan halaman buku bagi beberapa orang merupakan tantangan dan terlihat seperti kegiatan yang membosankan. Tapi, tahukah kamu kalau sebenarnya membaca ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Lewat beberapa cara di bawah ini, membaca bukan lagi kegiatan yang membosanan.

Pilih Topik Yang Kamu Suka


Membaca buku bukan berarti kamu harus membaca textbook, buku pengetahuan, atau karya sastra terkenal. Majalah, komik, buku resep makaan, blog, atau  buku anak-anak bisa kamu gunakan sebagai jembatan untuk mulai membiasakan diri untuk membaca. Menurut Billington dan Sue Wilkinson, CEO dari The Reading Agency di Inggris kegiatan membaca jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang dibaca.

Semakin sering membaca, semakin baik pula kemampuannya. Perlahan-lahan mulai dari bahan bacaan yang ringan, otak manusia menginginkan ‘makanan’ yang lebih berbobot dan berisi.

Jangan Paksakan Mengabiskan Satu Buku


Kamu diperbolehkan untuk berhenti membaca apabila isinya tidak kamu sukai. Setiap orang memiliki hak untuk menyeesaikan atau berhenti membaca sebuah buku. Membaca buku merupakan kegiatan yang personal dan setiap orang pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda dalam membaca satu buku.

Biasakan Baru Mengerti


Ingin senang membaca? Mulai dengan membaca bacaan yang ringan dan mudah dimengerti. Untuk memulai kebiasaan ini, kamu tidak perlu mulai dengan bahan bacaan yang ‘berat’. Mulai dari bahan bacaan  yang ringan dan menyenangkan kemudian secara bertahap beralih kebacaan yang lebih serius.

Membiasakan otak mencerna kalimat-kalimat dalam buku, perlahan-lahan kemampuan kognitif seseorang akan bertambah dan dapat mencerna, memroses, serta menyimpan informasi yang didapat dari membaca.

30 Menit per Minggu


Biasa membaca bukan berarti kamu harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam seharinya menyelami halaman buku. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Quick Reads, menyisihkan waktu 30 menit dalam seminggu untuk membaca dapat memberikan dampak yang positif. Memberikan rasa senang, mengurangi kemungkinan stress, serta dapat tidur lebih nyenyak di malam hari adalah beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari membaca dengna rutin. Menghabiskan waktu 30 menit dalam seminggu bukan hal yang berat agar kamu bisa mulai senang dengan membaca serta merasakan manfaat yang positif bagi diri.

Selain beberapa langkah di atas, membaca juga dapat kamu lakukan di sela-sela kegiatan kamu. Perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan seseorang untuk membaca tidak hanya dari buku. Alat yang paling mudah digunakan adalah dengan telepon genggam kita. Tidak harus membaca buku, membiasakan membaca berita pun punya pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Melalui aplikasi Kurio, membaca berita menjadi lebih menyenangkan. Aplikasi kurasi berita ini memungkinkan penggunanya untuk memilih berita dan informasi dari topik-topik yang dipilih langsung oleh pengguna. Secara manual dan otomatis, Kurio akan menampikan berita yang penting serta berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Selamat membaca!